Aset Bank Kalteng Tembus Rp20,4 Triliun

Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

Ekonomi Bisnis30 Dilihat

PALANGKA RAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) mencatatkan kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada 2025. Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga laba meningkat signifikan, sekaligus menjadi modal kuat menghadapi tantangan ekonomi pada 2026.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank pembangunan daerah yang sehat.

“Pencapaian kinerja 2025 merupakan pertumbuhan terbaik sejak Bank Kalteng berdiri. Menghadapi tahun 2026, kami mengedepankan kehati-hatian dalam pengelolaan likuiditas, pendanaan, dan pertumbuhan kredit berkualitas,” ujar Maslipansyah dalam Media Update bersama OJK Kalimantan Tengah, Selasa (30/6).

 

Aset Naik 21,46 Persen

Berdasarkan laporan keuangan 2025 secara tahunan (year on year/yoy), aset Bank Kalteng melonjak 21,46 persen menjadi Rp20,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 28,01 persen menjadi Rp13,8 triliun, sedangkan penyaluran kredit meningkat 9,42 persen menjadi Rp11,7 triliun.

Dari sisi kesehatan bank, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 2,52 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Bank Pembangunan Daerah (BPD) nasional sebesar 3,23 persen. Sementara itu, Return on Assets (ROA) mencapai 2,37 persen atau lebih tinggi dari rata-rata BPD nasional sebesar 2,05 persen, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sangat kuat di level 44,34 persen.

 

Kinerja Positif Berlanjut pada Triwulan I 2026

Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026. Hingga 31 Maret 2026, aset Bank Kalteng mencapai Rp20,1 triliun atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp11,8 triliun atau naik 8,73 persen, sedangkan DPK mencapai Rp13,9 triliun atau tumbuh 10,56 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, laba bersih tercatat sebesar Rp124 miliar atau meningkat 9,76 persen (yoy), didukung modal inti sebesar Rp3,8 triliun.

Kualitas aset juga terus membaik. Rasio NPL Nett turun 34,71 persen menjadi 1,11 persen, sedangkan rasio efisiensi BOPO turun menjadi 64,96 persen. Di sisi lain, CAR meningkat menjadi 44,71 persen.

 

Fokus Dukung UMKM dan Transformasi Digital

Sebagai mitra pembangunan daerah, Bank Kalteng terus memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM. Hingga 31 Maret 2026, pembiayaan UMKM telah mencapai Rp2,687 triliun yang disalurkan kepada 8.363 debitur di Kalimantan Tengah.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan daerah melalui konsep Huma Betang, yang meliputi:

Betang Makmur melalui pembiayaan UMKM; Betang Maju melalui transformasi digital; Betang Harmoni melalui penyaluran KHBS; Betang Sehat melalui program CSR kesehatan; serta

Betang Cerdas melalui literasi keuangan dan CSR pendidikan.

Di bidang digitalisasi, Bank Kalteng terus menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya aplikasi Betang Mobile yang kini dilengkapi fitur Scan QRIS serta aplikasi monitoring QRIS Merchant untuk memantau omzet pelaku UMKM secara real time.

Perseroan juga meluncurkan kartu uang elektronik EPOK untuk mendukung transaksi non-tunai, serta menghadirkan Digital Lounge yang dilengkapi mesin Self Service Banking (SSB) sehingga nasabah dapat mengurus berbagai layanan secara mandiri tanpa antrean.

 

Raih Berbagai Penghargaan

Kinerja positif tersebut turut mengantarkan Bank Kalteng meraih sejumlah penghargaan bergengsi sepanjang 2026.

Di antaranya penghargaan Bintang 5 untuk PT Bank Kalteng, TOP Pembina BUMD 2026 kepada H. Agustiar Sabran, dan TOP CEO BUMD 2026 kepada Maslipansyah dalam ajang Top BUMD Award 2026.

Selain itu, Bank Kalteng juga memperoleh penghargaan The Best Indonesia GCG Award X 2026 serta apresiasi pada Humas Indonesia BUMD Reputation Awards 2026.

 

Tetap Waspada Hadapi Tantangan Ekonomi

Meski mencatatkan kinerja yang menggembirakan, Bank Kalteng tetap mewaspadai tantangan ekonomi sepanjang 2026.

Maslipansyah menjelaskan, ketidakpastian global masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik, tekanan harga energi, dan tingginya suku bunga. Sementara di dalam negeri, BI Rate pada Juni 2026 berada di level 5,75 persen dengan inflasi Mei sebesar 3,08 persen.

“Kami merespons kondisi persaingan dana dan biaya dana (cost of fund) yang semakin ketat dengan strategi tumbuh secara prudent, selektif, dan berorientasi pada kualitas,” katanya.

Menurutnya, di sektor kredit Bank Kalteng akan tetap fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang memiliki daya tahan tinggi, disertai penguatan kualitas aset melalui sistem early warning dan stress testing.

Sementara dari sisi pendanaan, perseroan terus mempercepat digitalisasi untuk meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).

“Dengan semangat Isen Mulang, Belum Bahadat, dan Huma Betang, Bank Kalteng bertekad terus tumbuh menjadi bank daerah yang kuat, maju, modern, dan senantiasa tepercaya di hati masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkas Maslipansyah.(m3l/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *