PALANGKA RAYA, MK
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, menilai penerapan program digitalisasi pembelajaran melalui jaringan satelit orbit rendah Starlink memberikan dampak positif, khususnya bagi wilayah terpencil yang selama ini sulit mengakses internet.
Program ini disebut sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pendidikan di daerah-daerah blank spot di Kalteng.
Meski demikian, Sugiyarto mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, terutama para guru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik di bidang digital agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Dari Komisi III DPRD Kalteng, kami memberikan catatan penting agar Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pelatihan intensif bagi guru-guru di daerah pelosok terkait digitalisasi pembelajaran,” ujarnya, Kamis (9/10).
Sugiyarto menambahkan, keberadaan jaringan internet berkecepatan tinggi seperti Starlink harus menjadi pintu masuk bagi pemerataan kualitas pendidikan. Namun, teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa kemampuan guru untuk beradaptasi dan mengelola pembelajaran digital dengan efektif.
“Peralatan canggih untuk pembelajaran digital harus diimbangi dengan SDM guru yang terampil di bidang teknologi. Tanpa itu, pemanfaatan jaringan Starlink tidak akan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian guru di daerah pedalaman masih menghadapi keterbatasan perangkat pendukung, seperti laptop dan perangkat audiovisual, yang menjadi penunjang utama pembelajaran berbasis digital.(4ry/MK)









