PALANGKA RAYA, MK – Di tengah tekanan ekonomi global dan ketatnya persaingan likuiditas perbankan, PT Bank Kalteng masih mampu menjaga kinerja positif. Hingga 31 Agustus 2026, laba bersih perseroan mencapai Rp270,09 miliar.
Capaian tersebut tumbuh 1,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juli 2026, laba Bank Kalteng bahkan melonjak 12,34 persen.
Tak hanya dari sisi laba, kinerja intermediasi Bank Kalteng juga terus bergerak. Hingga akhir Agustus 2026, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp12,29 triliun atau tumbuh 8,91 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut terjadi ketika industri perbankan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, tekanan suku bunga hingga persaingan dalam memperebutkan likuiditas.
Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan tetap dibarengi dengan pengelolaan risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian.
“Kami memastikan ekspansi bisnis tetap disertai pengelolaan risiko dan prinsip kehati-hatian agar kinerja yang dicapai sehat dan berkelanjutan,” kata Maslipansyah, Senin (21/09/2026) di Palangka Raya.
Dana Murah Makin Kuat
Dari sisi pendanaan, Bank Kalteng juga mencatat perkembangan positif. Rasio dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) hingga Agustus 2026 mencapai 76,82 persen.
Angka tersebut meningkat 3,25 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 73,57 persen.
Penguatan CASA menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya dana sekaligus memberikan ruang bagi Bank Kalteng untuk terus menjalankan fungsi intermediasi.
Maslipansyah menyebut, capaian laba yang tetap tumbuh menunjukkan kemampuan perseroan menjaga kesinambungan bisnis di tengah perubahan kondisi ekonomi.
“Pertumbuhan laba memberikan keyakinan bahwa Bank Kalteng mampu menjaga kesinambungan bisnis di tengah berbagai tantangan. Fokus kami selanjutnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, likuiditas, dan permodalan serta terus meningkatkan kontribusi bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Kredit Tetap Selektif
Memasuki periode berikutnya, Bank Kalteng akan tetap mendorong pertumbuhan kredit, namun dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan risiko dan kualitas aset.
Perseroan juga akan memperkuat struktur pendanaan serta menjaga permodalan agar tetap mampu menopang ekspansi bisnis.
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan laba tetap sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Bank Kalteng terhadap aktivitas ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Tengah.(ch4/MK)
