JAKARTA, MK – PT Bank Kalteng meraih penghargaan Champion of Growth kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) wilayah Sumatera–Kalimantan dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan Bank Kalteng dalam beberapa tahun terakhir.
Penghargaan tersebut diterima Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Kalteng, Tuk Yulianto, yang mewakili perseroan pada malam penganugerahan di Raffles Hotel, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas pertumbuhan perusahaan yang tidak terlepas dari kerja bersama seluruh insan Bank Kalteng, serta dukungan dan kepercayaan nasabah maupun pemegang saham.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperbaiki layanan dan menjaga keberlanjutan bisnis melalui pengelolaan risiko dan kepatuhan yang disiplin,” ujar Tuk Yulianto.
Penghargaan BIFA 2026 diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan pada 2023, 2024, dan 2025, dengan bobot terbesar pada kinerja tahun 2025. Proses penilaian melibatkan dewan juri dari kalangan praktisi industri dan akademisi, bersama perwakilan Bisnis Indonesia Group.
Memasuki penyelenggaraan ke-18, BIFA menjadi ajang apresiasi nasional bagi pelaku industri keuangan, meliputi perbankan, asuransi, dan perusahaan pembiayaan.
Laba Bank Kalteng Tumbuh 14,76 Persen
Kinerja keuangan menjadi salah satu faktor penting di balik pencapaian Bank Kalteng tersebut. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan membukukan laba bersih sekitar Rp368 miliar, meningkat 14,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi aset, Bank Kalteng mencatatkan total aset sebesar Rp20,4 triliun atau tumbuh 21,46 persen secara tahunan. Pertumbuhan juga terlihat pada penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit.
Dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp13,8 triliun, meningkat 28,01 persen. Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp11,7 triliun, tumbuh 9,42 persen dibandingkan 2024.
Tren pertumbuhan tersebut berlanjut hingga 2026, meski perseroan menghadapi dinamika ekonomi dan kondisi alam yang menantang.
Hingga September 2026, Bank Kalteng mencatatkan laba bersih sebesar Rp317,62 miliar, meningkat 2,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp310,12 miliar.
Pada periode yang sama, kredit dan pembiayaan Bank Kalteng mencapai Rp12,36 triliun, tumbuh 7,50 persen secara tahunan.
Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat
Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, Bank Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperluas manfaat layanan keuangan bagi masyarakat Kalimantan Tengah, terutama melalui akses pembiayaan dan kemudahan transaksi.
Tuk Yulianto mengatakan, pertumbuhan perusahaan diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka kinerja keuangan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha dan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin pertumbuhan Bank Kalteng semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat. Melalui akses pembiayaan, termasuk bagi UMKM, dan layanan transaksi yang lebih mudah, kami berharap dapat membantu usaha berkembang serta membuka peluang pendapatan bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Dengan raihan Champion of Growth BIFA 2026, Bank Kalteng diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kontribusinya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.(ch4/MK)
