PALANGKA RAYA-Keresahan warga Dusun Gunung Karasik, Desa Apar Batu, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), mendapat respon dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan.
Diketahui keresahan warga tersebut berhubungan dengan operasional perusahaan tambang yang berlangsung di daerah mereka.
Bambang menekankan agar korporasi yang beroperasi di kawasan itu senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku. Hal ini dinilai krusial guna menjaga ketertiban dan tidak mengganggu kenyamanan hidup warga sekitar.
“Bagi perusahaan yang berada di Dusun Karasik, Desa Apar Batu, diharapkan dapat menaati seluruh tahapan prosedur. Ini mencakup analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) serta pengelolaannya, demi mencegah munculnya protes dari masyarakat,” ucapnya, Selasa (3/2/2026).
Legislator Fraksi PDI Perjuangan Kalteng ini menegaskan, jika nantinya terbukti perusahaan yang dimaksud beroperasi tanpa izin resmi, dan aktivitasnya menyebabkan kerusakan pada situs-situs budaya lokal, maka langkah hukum pidana sangat layak untuk ditempuh.
“Apabila pihak perusahaan tidak mengantongi izin dan justru mengusik ketenangan warga, ditambah lagi saya mendengar adanya situs adat yang dirusak atau dihilangkan, maka tindakan tersebut sungguh tidak mencerminkan nilai kemanusiaan,” tukasnya.
Ia juga mengingatkan agar pihak perusahaan berani mengambil tanggung jawab penuh, jika permasalahan ini terbukti benar. Selain itu, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum didorong untuk bersinergi dalam meninjau fakta lapangan terkait persoalan ini secara objektif.
“Kalau status mereka ilegal, harus segera ditutup. Bahkan, jika mereka memiliki proyek legal di lokasi lain, kegiatan di sini tetap harus dihentikan karena itu termasuk perambahan. Terlebih kita belum memastikan apakah kewajiban-kewajiban lainnya sudah dipenuhi atau belum,” ungkapnya.
Mantir Adat Dusun Karasik, Ude mengungkapkan, bahwa kehadiran aktivitas pertambangan di lingkungan mereka dirasakan sangat mengganggu ketenangan penduduk.
“Bagaimana tidak, kegiatan operasional terutama getaran alat pertambangan sangat terasa ketika kami hendak beristirahat. Ini karena lokasi kegiatan perusahaan sangat berdekatan dengan rumah warga,” tandas Ude.(4ry/MK)









