PALANGKA RAYA, MK
Pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda, menyebut bahwa pelayanan kesehatan gratis di sejumlah daerah masih jauh dari kata maksimal dan menjadi keluhan utama masyarakat.
“Pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap layanan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan layanan gratis. Hampir di setiap daerah selalu ada keluhan soal ini,” ujar Wengga saat ditemui, Rabu (2/7).
Menurutnya, keluhan masyarakat paling sering mencakup kurangnya obat-obatan, keterbatasan tenaga medis, serta akses ke fasilitas kesehatan yang masih sulit dijangkau.
Permasalahan tenaga medis disebutnya bukan hal baru di Kalteng. Ia menilai ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antara wilayah perkotaan dan pelosok telah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.
“Penerimaan pegawai tahun ini cukup banyak. Ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk pemerataan tenaga medis di daerah. Jangan sampai daerah pelosok terus mengalami ketimpangan dibanding wilayah perkotaan,” tegasnya.
Selain tenaga medis, Wengga juga menyoroti ketersediaan sarana, prasarana, dan obat-obatan di fasilitas kesehatan, terutama puskesmas. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat kerap mengeluhkan ketiadaan obat yang akhirnya memaksa mereka membeli sendiri di apotek.
“Ini sangat memberatkan masyarakat, apalagi bagi mereka yang mengandalkan layanan gratis. Pemerintah harus menjamin obat-obatan tersedia di fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Ia pun menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara merata oleh pemerintah, tanpa membedakan wilayah. “Masalah-masalah seperti ini harus ditangani secara serius agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan setara,” pungkasnya.(ch4/MK)









