PALANGKA RAYA-Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mengingatkan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai dampak yang berpotensi muncul selama musim kemarau.
Ia menegaskan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap menjadi ancaman rutin ketika kemarau tiba, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang lebih matang dari seluruh pemangku kepentingan.
“Karhutla hampir selalu terjadi pada musim kemarau. Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan sekaligus menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi,” ujar Sugiyarto, Selasa (20/1).
Menurutnya, kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini menjadi indikator nyata bahwa ancaman karhutla dapat muncul di berbagai wilayah. Dalam hal ini, kesiapan tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana, tetapi juga kesiapan personel sebagai garda terdepan pencegahan, hingga ke tingkat paling bawah seperti desa dan kelurahan.
“Ketika titik api ditemukan, harus bisa segera ditangani. Selain itu, perawatan terhadap perlengkapan pendukung juga harus diperhatikan agar kegiatan di lapangan tidak terkendala oleh persoalan teknis yang seharusnya bisa dihindari,” jelasnya.
Selain karhutla, Sugiyarto juga menyoroti dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian, khususnya ancaman kekeringan lahan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan produktivitas pertanian akibat terbatasnya pasokan air.
Ia menekankan pentingnya peran dinas teknis untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti tampungan air, jaringan irigasi, dan sarana lain yang dapat dioperasionalkan sewaktu-waktu guna menunjang aktivitas pertanian.(4ry/MK)









