Perkuat Layanan Perbankan bagi Penyandang Disabilitas

Ekonomi Bisnis22 Dilihat

PALANGKA RAYA, MK — Bank Kalteng memperkuat kompetensi petugas layanan terdepan untuk meningkatkan akses perbankan bagi penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan khusus yang mencakup komunikasi inklusif, Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), hingga aksesibilitas layanan fisik dan digital.

Pelatihan bertajuk In House Training (IHT) Frontliner Advisory and Inclusive Banking Services for Customers with Disabilities tersebut digelar pada 9–10 Oktober 2026 di Aula Utama Kantor Bapperida, Palangka Raya.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan setiap nasabah berhak memperoleh kesempatan yang setara dalam memahami dan menggunakan layanan perbankan. Karena itu, petugas bank perlu memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan nasabah penyandang disabilitas tanpa mengabaikan kemandirian mereka.

“Setiap nasabah berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk memahami dan menggunakan layanan perbankan. Kami ingin memastikan nasabah penyandang disabilitas merasa dihargai, dapat menyampaikan kebutuhannya, dan memperoleh informasi yang membantu mereka mengambil keputusan secara mandiri,” ujar Maslipansyah.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan inklusif harus diikuti kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi keragaman kebutuhan nasabah. Penguatan kompetensi petugas menjadi salah satu langkah Bank Kalteng untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Salah satu materi utama dalam pelatihan tersebut adalah pembelajaran dan praktik langsung Bisindo. Kegiatan ini melibatkan ahli di bidang disabilitas Tuli serta juru bahasa isyarat profesional agar petugas lebih memahami kebutuhan komunikasi nasabah Tuli.

Pgs. SEVP Operasional dan Jaringan Bank Kalteng, Meishias N. Koetin, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan petugas dalam memberikan pendampingan yang tepat saat berinteraksi dengan nasabah.

“Pelayanan dimulai dengan memahami kebutuhan nasabah dan menanyakan bantuan yang mereka perlukan. Melalui pelatihan ini, kami membekali petugas agar mampu berkomunikasi dengan lebih baik, menjelaskan informasi secara mudah dipahami, serta memberikan pendampingan dengan tetap menghormati kemandirian nasabah,” ungkap Meishias.

Selain komunikasi inklusif, peserta juga mendapatkan materi dari Expert Trainer Service Quality mengenai layanan konsultatif, komunikasi efektif, dan pendampingan sesuai kebutuhan nasabah. Pembekalan turut mencakup aksesibilitas infrastruktur fisik dan digital, aksesibilitas dokumen, sensitivitas layanan, serta penanganan pengaduan konsumen.

Program ini sejalan dengan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA) yang dikembangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kesetaraan akses layanan keuangan bagi penyandang disabilitas.

Melalui pelatihan tersebut, Bank Kalteng berharap petugas semakin peka terhadap kebutuhan nasabah dan mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, serta setara.

Penguatan kompetensi ini menjadi bagian dari upaya membangun layanan perbankan yang lebih inklusif. Namun, keberhasilannya juga akan tercermin dalam penerapan keterampilan tersebut pada pelayanan sehari-hari, sehingga nasabah penyandang disabilitas dapat mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah dan mandiri.(ch4/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *