Pentingnya Nalar Kritis Mahasiswa Pascasarjana

Pendidikan31 Dilihat

PALANGKA RAYA — Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Salampak menekankan pentingnya kemampuan bernalar dan berpikir kritis bagi mahasiswa dalam menjalani pendidikan pascasarjana.

Hal tersebut disampaikan Salampak saat memberikan arahan pada Orientasi Akademik (Ordik) mahasiswa baru Pascasarjana UPR tahun akademik 2026/2027 di Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Salampak, pendidikan pascasarjana tidak hanya berorientasi pada peningkatan jenjang pendidikan, tetapi juga harus mampu mengubah pola pikir mahasiswa dalam melihat dan memahami berbagai persoalan.

“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan bernalar dan melihat persoalan secara kritis,” ujar Salampak.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan menghafal dalam memahami ilmu pengetahuan. Sebaliknya, mahasiswa didorong menggunakan kemampuan nalar untuk menganalisis berbagai persoalan secara lebih mendalam.

Salampak juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki kecerdasan yang dapat berkembang sesuai dengan bidang keahliannya. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengenali dan mengembangkan potensi tersebut selama menempuh pendidikan di Pascasarjana UPR.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Pascasarjana UPR Petrus Poerwadi mengatakan, Ordik menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik mahasiswa.

“Ordik bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting untuk membangun budaya akademik dan academic attitude mahasiswa,” katanya.

Menurut Petrus, mahasiswa pascasarjana perlu membangun kemampuan intelektual yang ditunjang dengan etika dan budaya akademik. Hal tersebut mencakup kemampuan berpikir kritis, membangun hubungan akademik, serta mengembangkan jejaring dengan dosen dan sesama mahasiswa.

“Selain itu, mahasiswa Pascasarjana UPR diarahkan memiliki kemampuan akademik yang diimbangi dengan budaya dan etika akademik, termasuk kemampuan membangun sikap profesional, berintegritas dan visioner,” ujarnya.

Ordik Pascasarjana UPR juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Reza Prabowo yang memberikan materi mengenai pengembangan kecakapan akademis (know-how) serta standar kerja keilmuan tingkat lanjut.

Narasumber lainnya, Merty Ilona, memberikan materi mengenai penanaman nilai moral, etika keilmuan dan pertanggungjawaban publik atas karya ilmiah yang dihasilkan.

Kegiatan Ordik tersebut diikuti 84 mahasiswa baru, terdiri atas 18 mahasiswa program doktor, 39 mahasiswa magister reguler dan 27 mahasiswa magister melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru Pascasarjana UPR diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, beretika, bertanggung jawab, membangun jejaring dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(ch4/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *