MUARA TEWEH-Anggota DPRD Barito Utara, Tajeri, menegaskan bahwa banjir yang kerap terjadi di ruas jalan poros Muara Teweh–Puruk Cahu Km 23 di Desa Nihan Hilir harus segera ditangani secara menyeluruh.
Ia mengungkapkan, setiap kejadian banjir di titik tersebut selalu dilaporkan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. Namun hingga kini, persoalan yang sama masih terus berulang.
“Kami berharap Kementerian PUPR melalui Balai Besar Kalimantan Tengah segera mengambil langkah konkret agar jalan ini tidak kembali terdampak banjir,” ujarnya, Selasa (7/4).

Menurut Tajeri, ruas jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung Muara Teweh–Puruk Cahu, sehingga gangguan akibat banjir sangat berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Sementara itu, kondisi terkini di lapangan menunjukkan bahwa genangan air yang sebelumnya menutup badan jalan kini telah surut. Pada Senin, 6 April 2026, jalan sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) – Pusdalops BPBD Barito Utara juga telah melakukan kaji cepat dan memastikan bahwa akses transportasi di lokasi tersebut telah kembali normal.
Kepala BPBD Barito Utara, Simamoraaturahman melalui Kabid Darlog, Rizali Hadi menyampaikan bahwa situasi saat ini aman dilalui masyarakat.
Di sisi lain, Camat Lahei Barat, Adi Suwarman memastikan bahwa air luapan Sungai Rapen telah surut. Ia pun menyampaikan rasa syukur karena aktivitas masyarakat di jalur tersebut kembali berjalan lancar.
Meski kondisi sudah pulih, DPRD Barito Utara menekankan pentingnya penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu akses utama masyarakat di wilayah tersebut.(gu5/MK)









