UPR Dorong Wirausaha Muda Muhammadiyah

Kembangkan Mie Sehat Berbahan Ubi Jalar Ungu

Pendidikan28 Dilihat

PALANGKA RAYA — Universitas Palangka Raya (UPR) melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat mendorong kader muda Muhammadiyah mengembangkan inovasi pangan lokal sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan mie sehat kaya serat berbahan ubi jalar ungu.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Pahandut di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Rabu (18/8/2026).

Selain praktik mengolah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menjadi mie, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan ide usaha, pengemasan produk, pemasaran, serta pengelolaan keuangan untuk memulai usaha rumahan.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat UPR, Rasidah, S.Pd., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya UPR memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui pengembangan potensi bahan pangan lokal.

Menurutnya, ubi jalar ungu selama ini lebih banyak diolah dengan cara sederhana seperti direbus atau digoreng. Melalui kegiatan tersebut, bahan pangan lokal itu diperkenalkan dalam bentuk produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai ekonomi.

“Praktikum pembuatan mie sehat kaya serat ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di bidang pangan. Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengenal desain kemasan dan pemasaran,” ujar Rasidah.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik untuk mendukung kesehatan keluarga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, khususnya dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan serat harian keluarga,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNA Pahandut, Siti Marhamah, menyambut positif kolaborasi dengan UPR tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kader muda mengenai kewirausahaan, khususnya dalam mengembangkan ide usaha dan mengelola keuangan pada tahap awal menjalankan usaha rumahan.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa karena dapat menumbuhkan ide dan inovasi, khususnya dalam pembuatan makanan sehat kaya serat seperti mie berbahan ubi jalar ungu. Setiap wirausaha harus banyak berkreasi dan berinovasi agar usahanya terus berkembang dan dapat menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai unsur, di antaranya Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Palangka Raya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), pengurus PCNA Pahandut, mahasiswa, serta masyarakat.

Peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan praktik langsung pembuatan mie berbahan ubi jalar ungu. Mereka diperkenalkan pada tahapan pemilihan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga pengelolaan keuangan sebagai modal awal usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, UPR dan PCNA Pahandut berharap inovasi pangan berbasis bahan lokal dapat terus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang tumbuhnya wirausaha muda di lingkungan komunitas Nasyiatul Aisyiyah.(ch4/MK)