PALANGKA RAYA-Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sengkon mengingatkan, seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu (Upal) yang cenderung meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurut legislator Partai Perindo Kalimantan Tengah ini, momen hari besar keagamaan seperti lebaran Idulfitri, sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyebarkan uang palsu. “Menjelang lebaran menjadi saat di mana aktivitas transaksi keuangan masyarakat meningkat signifikan. Baik untuk keperluan belanja kebutuhan hari raya, pembelian oleh-oleh, maupun pembayaran berbagai keperluan lainnya,” ucapnya, Senin (16/3/2026).
Berkaca dari itu lanjut Sengkon, ia memberikan tips beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengenali uang asli dan palsu. Seperti melakukan (3D) yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.
Wakil rakyat daerah pemilihan Kalteng I Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas ini juga mengimbau, agar masyarakat yang menemukan uang palsu segera melaporkannya kepada pihak berwenang seperti kepolisian atau Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah. “Jangan pernah mencoba mengedarkan atau menyimpan uang palsu, karena hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi berat,” ujarnya.
Selebihnya Sengkon berharap, dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, peredaran uang palsu dapat ditekan dan masyarakat dapat menjalani aktivitas transaksi jelang lebaran dengan aman dan nyaman.
“Diharapkan semua masyarakat waspada dalam bertransaksi. Jangan sampai lengah sehingga dirugikan. Kalau merasa ragu-ragu akan keaslian uang tersebut, sebaiknya diperiksa secara telitih,”pungkasnya.(4ry/MK)
