65 Tahun Bank Kalteng: Menguatkan Kontribusi untuk Bumi Tambun Bungai

PALANGKA RAYA, MK – Enam puluh lima tahun bukan perjalanan singkat bagi sebuah lembaga keuangan daerah. Di tengah perubahan zaman, dinamika ekonomi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, PT Bank Kalteng terus berupaya menjaga perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian Kalimantan Tengah.

Memasuki usia ke-65 pada 28 Oktober 2026, Bank Kalteng mengusung tema “Bersama Menjaga Masa Depan”. Tema ini bukan sekadar penanda perayaan hari ulang tahun, melainkan refleksi atas komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh sekaligus memperkuat kontribusi bagi daerah.

logo HUT

Bagi Bank Kalteng, keberlanjutan usaha tidak hanya diukur melalui capaian keuangan dan pertumbuhan bisnis. Lebih dari itu, keberadaan bank pembangunan daerah harus mampu menghadirkan manfaat nyata, memperluas akses layanan keuangan, mendukung aktivitas ekonomi, serta hadir di tengah masyarakat ketika daerah menghadapi berbagai tantangan.

Semangat tersebut tercermin dalam sejumlah program sosial, penguatan kinerja bisnis, pengembangan layanan digital, hingga berbagai penghargaan yang diraih sepanjang 2026.

Kepedulian yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Peringatan HUT ke-65 menjadi momentum bagi Bank Kalteng untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Tidak hanya melalui aktivitas bisnis, perusahaan juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan publik.

Melalui rangkaian peringatan hari jadi, Bank Kalteng melaksanakan anjangsana dan menyerahkan bantuan ke sejumlah rumah ibadah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kepedulian juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah dan penyediaan layanan rumah oksigen. Donor darah menjadi bentuk partisipasi dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, layanan rumah oksigen dihadirkan untuk membantu masyarakat yang memerlukan akses oksigen di tengah kondisi kabut asap yang berdampak pada aktivitas dan kenyamanan warga.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran Bank Kalteng tidak semata-mata berorientasi pada pelayanan perbankan. Ada tanggung jawab sosial yang turut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Kalimantan Tengah.

Turun Tangan Membantu Penanganan Karhutla

Salah satu tantangan yang turut mendapat perhatian Bank Kalteng adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana ini bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, aktivitas sosial, dan kehidupan ekonomi masyarakat.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Bank Kalteng mengambil bagian melalui dukungan bagi warga terdampak maupun petugas yang berjibaku di lapangan.

Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pembagian ribuan masker dan vitamin, sembako, makanan, hingga minuman bagi relawan dan masyarakat terdampak.

Bank Klteng bagi masker.

Dukungan juga diperkuat melalui penyaluran bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), berupa mesin pompa air beserta perlengkapan pemadaman dan kendaraan tangki air.

Bantuan tersebut diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus. Pertama, membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Kedua, memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam upaya penanganan kebakaran.

Mesin pompa air dan perlengkapan pemadaman diharapkan dapat menunjang pekerjaan petugas, sedangkan kendaraan tangki air mendukung mobilisasi pasokan air untuk kebutuhan pemadaman.

Dukungan ini menjadi bagian dari sinergi bersama pemerintah daerah, petugas, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla.

Bagi Bank Kalteng, semangat menjaga masa depan juga berarti mengambil bagian ketika daerah menghadapi situasi sulit. Sebab, keberlanjutan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari upaya melindungi masyarakat dan lingkungan tempat mereka menggantungkan kehidupan.

Kinerja Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi

Di balik berbagai kegiatan sosial tersebut, Bank Kalteng juga terus menjaga fondasi bisnisnya. Pertumbuhan kinerja menjadi salah satu faktor penting agar perusahaan memiliki kapasitas yang berkelanjutan dalam menjalankan fungsi intermediasi dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Hingga September 2026, Bank Kalteng mencatatkan laba bersih sebesar Rp317,62 miliar. Angka ini meningkat 2,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp310,12 miliar.

Realisasi laba tersebut bahkan mencapai 114,45 persen dari target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) September 2026 sebesar Rp277,53 miliar.

Capaian ini diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan kondisi alam yang turut memengaruhi dinamika perekonomian daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden foto bersama Dirut Bank Kalteng Maslipansyah beserta jajarannya saat acara Workshop Kemitraan bertema Menyelaraskan CSR Bank Kalteng untuk Optimalisasi Program Daerah Tahun 2026 yang digelar di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (22/7/2026).

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat peran dan tanggung jawabnya.

“Bagi kami, hasil tersebut membawa tanggung jawab untuk terus memperkuat kinerja dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Selain laba, fungsi intermediasi perbankan juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, kredit dan pembiayaan Bank Kalteng mencapai Rp12,36 triliun atau tumbuh 7,50 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah.

Dengan demikian, pertumbuhan bisnis tidak hanya tercermin dalam laporan keuangan, tetapi juga melalui peran bank dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Dividen Rp184,2 Miliar untuk Mendukung Pembangunan Daerah

Sebagai bank pembangunan daerah yang dimiliki pemerintah daerah, kontribusi Bank Kalteng juga tercermin melalui pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, disetujui pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih atau sekitar Rp184,2 miliar.

Dividen tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Bagi pemerintah daerah, tambahan pendapatan ini memiliki arti penting karena dapat mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Hubungan antara kinerja perusahaan dan manfaat bagi daerah menjadi salah satu karakter penting bank pembangunan daerah. Artinya, keberhasilan bisnis diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Transformasi Digital, Mendekatkan Layanan kepada Nasabah

Seiring perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi, kebutuhan terhadap layanan perbankan yang cepat, praktis, dan mudah diakses semakin meningkat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Kalteng terus mengembangkan berbagai kanal layanan, baik melalui fasilitas digital maupun penguatan jaringan pelayanan langsung.

Bank Kalteng terus mengembangkan layanan salah satunya dengan mewujudkan Digital Lounge yang kini hadir di Palangka Raya dan Pangkalan Bun.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan Digital Lounge di Palangka Raya dan Pangkalan Bun.

Fasilitas ini dilengkapi mesin Self Service Banking (SSB) yang memungkinkan nasabah melakukan sejumlah kebutuhan perbankan secara mandiri, seperti mencetak rekening koran dan mengganti kartu ATM.

Pengembangan layanan juga dilakukan melalui Betang Mobile. Aplikasi ini memberikan kemudahan transaksi melalui telepon seluler, termasuk pengisian saldo EPOK, kartu uang elektronik (e-money) Bank Kalteng yang melengkapi pilihan pembayaran nontunai.

Bagi pelaku usaha, Bank Kalteng menyediakan QRIS Merchant untuk mempermudah penerimaan pembayaran secara langsung atau real-time. Melalui aplikasi merchant, pelaku usaha juga dapat memantau transaksi yang masuk.

Sementara itu, bagi pemerintah daerah dan nasabah korporasi, Cash Management System (CMS) Corporate mendukung pengelolaan transaksi keuangan secara daring. Fasilitas ini memungkinkan pemantauan rekening serta penerapan sistem otorisasi berjenjang.

Beragam pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Kalteng dalam menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan nasabah.

Penguatan layanan digital juga melengkapi keberadaan jaringan kantor dan pelayanan langsung. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan kanal transaksi sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Membuka Peluang Bisnis hingga Tingkat Nasional

Tidak hanya memperkuat pelayanan di Kalimantan Tengah, Bank Kalteng juga mulai memperluas jangkauan bisnis melalui pembukaan kantor fungsional marketing di Jakarta.

Berlokasi di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, kehadiran kantor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi pemasaran, memperluas jaringan kerja sama, serta meningkatkan sinergi bisnis dengan mitra strategis di tingkat nasional.

Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi Bank Kalteng untuk memperkenalkan potensi dan layanan perusahaan kepada pasar yang lebih luas.

Melalui perluasan jaringan tersebut, Bank Kalteng diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja sama sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis dan daya saing di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif.

Pengakuan atas Kinerja dan Tata Kelola

Perjalanan Bank Kalteng sepanjang 2026 juga diwarnai berbagai pengakuan dari sejumlah lembaga dan ajang penghargaan nasional.

Dalam bidang tata kelola perusahaan, Bank Kalteng meraih The Best Indonesia GCG Award X 2026 dari Economic Review. Perseroan juga memperoleh TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 serta apresiasi HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards 2026 kategori Bank Pembangunan Daerah.

Di bidang kinerja bisnis, Bank Kalteng meraih Bisnis Indonesia Awards 2026 sebagai BPD Terbaik kategori aset Rp20 triliun–Rp40 triliun.

Pengakuan lainnya datang melalui penghargaan Diamond Champion dari Infobank atas konsistensi kinerja selama 20 tahun berturut-turut, serta Champion of Growth kategori BPD Sumatera Kalimantan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2026.

Pada ajang TOP BUMD Awards 2026, penghargaan TOP CEO BUMD diberikan kepada Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah. Sementara penghargaan TOP Pembina BUMD diberikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Dari sisi pemeringkatan, Fitch Ratings pada Juli 2026 juga menaikkan peringkat nasional jangka panjang Bank Kalteng menjadi A+(idn) dengan outlook stabil.

Berbagai pengakuan tersebut menjadi catatan atas perjalanan perusahaan dalam menjaga kinerja, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.

Enam Puluh Lima Tahun, Terus Menjaga Masa Depan

Memasuki usia ke-65, Bank Kalteng berada pada momentum untuk melanjutkan transformasi sekaligus memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah.

Berbagai capaian yang diraih, mulai dari pertumbuhan laba, peningkatan penyaluran kredit, kontribusi dividen, pengembangan layanan digital, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial, menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun keberlanjutan.

Tema “Bersama Menjaga Masa Depan” pada akhirnya mengandung pesan bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kemajuan daerah.

Menjaga kinerja berarti memastikan perusahaan memiliki kemampuan untuk terus melayani dan berkontribusi. Mengembangkan teknologi berarti membuka akses layanan yang lebih luas. Sementara merawat kedekatan dengan masyarakat berarti memastikan setiap langkah bisnis tetap berpijak pada kebutuhan daerah.

Enam puluh lima tahun perjalanan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kebersamaan, Bank Kalteng diharapkan terus mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas manfaat pembangunan, serta menjaga masa depan Kalimantan Tengah.

Karena masa depan daerah bukan hanya tentang seberapa jauh pembangunan bergerak, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan bersama. (*)