Pemprov Diharap Mampu Hadirkan Terobosan Pembangunan

DPRD Kalteng7 Dilihat

PALANGKA RAYA-Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, menyatakan optimisme dan harapan besar terhadap arah pembangunan daerah pada tahun 2026.

Ia menilai, tahun tersebut akan menjadi fase penting dalam melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan sebelumnya, sekaligus memperkuat hasil pembangunan agar benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Okki mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan mampu menghadirkan terobosan-terobosan pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, berbagai program pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 diyakini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan.

“Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, program-program pembangunan dalam RKPD 2026 diharapkan dapat berjalan optimal dan berkesinambungan,” ujar Okki, Senin (5/1).

Sebagai anggota DPRD yang membidangi pembangunan daerah, pekerjaan umum, dan transmigrasi, Okki menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung kemajuan daerah. Menurutnya, infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana publik lainnya harus menjadi prioritas utama.

Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah pedesaan dan wilayah terpencil di Kalimantan Tengah.

Selain infrastruktur, Okki juga menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi daerah. Ia berharap potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Dukungan berupa permodalan, pelatihan, serta akses pasar yang lebih luas dinilai sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Tak kalah penting, Okki menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia serta terpenuhinya hak dasar masyarakat terhadap layanan publik yang layak dan merata.(4ry/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *