Pariwisata Jangan Sekadar Ikon

Kalimantan Tengah memiliki potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya dan situs bersejarah, hingga wisata religi. Sejumlah destinasi seperti Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau, Air Terjun Tosah, Batu Suli, dan beberapa lokasi lainnya bahkan telah dikenal wisatawan mancanegara.

DPRD Kalteng6 Dilihat

PALANGKA RAYA-Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Briyan Iskandar, mendorong Dinas Pariwisata setempat untuk lebih berani berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Inovasi dinilai penting guna meningkatkan daya tarik wisata Kalimantan Tengah, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Briyan, kemajuan sektor pariwisata akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata itu ibarat seni yang dipadukan dengan kreativitas. Karena itu, diperlukan inovasi dan terobosan menarik agar potensi pariwisata Kalimantan Tengah bisa berkembang dan diminati wisatawan,” ujarnya, Kamis (8/1).

Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya dan situs bersejarah, hingga wisata religi. Sejumlah destinasi seperti Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau, Air Terjun Tosah, Batu Suli, dan beberapa lokasi lainnya bahkan telah dikenal wisatawan mancanegara.

“Beberapa objek wisata kita sudah menjadi tujuan wisatawan asing. Ini membuktikan bahwa potensi pariwisata Kalteng sangat layak untuk dikembangkan ke level internasional,” katanya.

Meski demikian, Briyan menegaskan masih banyak potensi wisata lain di pelosok daerah yang belum tergarap secara maksimal. Ia berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota dapat lebih serius memanfaatkan potensi tersebut agar tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Pariwisata harus bisa menghasilkan pemasukan daerah dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan objek wisata. Menurutnya, setiap kendala yang muncul harus disikapi secara bijak melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.

“Jika ada hambatan koordinasi dalam pengembangan pariwisata, itu harus dibicarakan dan diselesaikan bersama demi kemajuan pariwisata Kalteng,” pungkasnya.(4ry/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *