Kawal Program Makan Bergizi Gratis

DPRD Kalteng11 Dilihat

PALANGKA RAYA-Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Endang Susilawati, menegaskan komitmennya dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai mesin transformasi pendidikan dan kesehatan di Bumi Tambun Bungai.

​Bagi wakil rakyat dari Fraksi Gerindra ini, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan manifestasi nyata dari pendidikan yang merakyat. ​”Ada empat dampak utama yang menjadi alasan mengapa MBG adalah kebijakan strategis nasional yang harus sukses di Kalteng,” katanya, di Palangka Raya. Kamis (5/2).

Lanjut Endang, empat dampak utama itu yaitu fokus belajar dan prestasi akademik, perut yang kenyang dengan gizi sempurna berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi siswa di kelas.

Kemudian terkait ​solusi ekonomi keluarga, dimana MBG secara tidak langsung meringankan beban harian orang tua. Terutama keluarga kurang mampu, sehingga uang harian sekolah bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.

Berikutnya ​investasi generasi emas, yakni memutus rantai stunting melalui asupan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein (hewani dan  nabati), serta sayur dan buah.

“Terkahir, ​ekonomi desa bergerak, dimana program MBG ini melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku, sehingga menjadikan sekolah sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Endang menyebut, ​program yang diimplementasikan secara masif pada 2025-2026 ini dirancang secara sistematis dengan kolaborasi Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan sekolah.

Targetnya mencakup, ​peserta didik (PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK). ​Para santri di Pondok Pesantren. ​Ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan dini stunting.

​Sebagai wakil rakyat, Endang Susilawati berkomitmen menjalankan peran krusial dalam pengawasan. Terutama pada dua aspek kritis, yakni kualitas dan variasi menu, menjamin makanan tetap higienis dan tidak membosankan agar anak-anak senang mengonsumsinya.

​Termasuk pengawasan distribusi MBG di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pelosok, menjadi perhatian utama agar kualitas bahan makanan tetap segar hingga ke tangan siswa.​”Program ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi desa melalui satuan pelayanan makan bergizi yang melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah,” pungkas Endang.(m3l/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *