UPR Buka Seleksi Mandiri Lokal 2026

108 Peserta Bersaing Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Pendidikan1 Dilihat

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi melalui Seleksi Mandiri Lokal Tahun 2026. Tahun ini, sebanyak 108 peserta tercatat mengikuti seleksi yang menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Dr. Natalina Asi, M.A., mengatakan Seleksi Mandiri Lokal merupakan bagian dari upaya universitas dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menurutnya, jalur tersebut diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, karakter positif, serta kepedulian terhadap daerah.

“Jalur mandiri lokal bukan sekadar jalur seleksi, tetapi juga merupakan ikhtiar UPR untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda berkembang, berprestasi, dan menjadi motor penggerak pembangunan,” kata Natalina, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik. Lebih dari itu, lulusan diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun bangsa.

“UPR ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan Kalteng serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Natalina juga memastikan seluruh proses Seleksi Mandiri Lokal UPR dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Peserta pun diminta mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur dan mengandalkan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Mandiri UPR Tahun 2026, Surya Wijaya, S.E., M.Si., menyampaikan, dari 108 peserta yang mendaftar, mayoritas berasal dari Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 98 peserta merupakan pendaftar asal Kalteng. Sementara itu, empat peserta berasal dari Kalimantan Selatan, tiga dari Jawa Timur, dua dari Kalimantan Timur, dan satu peserta dari Sumatera Utara.

Untuk wilayah Kalteng, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah pendaftar paling banyak, yakni 37 orang. Pendaftar lainnya tersebar di sejumlah kabupaten.

Rinciannya, Barito Selatan delapan peserta, Barito Timur tiga peserta, Barito Utara tiga peserta, Gunung Mas tujuh peserta, Kapuas sembilan peserta, Katingan enam peserta, Kotawaringin Timur sembilan peserta, Lamandau dua peserta, Murung Raya delapan peserta, Pulang Pisau lima peserta, serta Seruyan satu peserta.

Surya mengatakan jumlah pendaftar pada tahun ini lebih rendah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 peserta. Penurunan tersebut, menurutnya, salah satunya berkaitan dengan perubahan mekanisme seleksi.

Pada tahun ini, seluruh peserta diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan oleh UPR. Ketentuan tersebut tetap berlaku bagi peserta yang sebelumnya telah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun SMMPTN-Barat.

“Perubahan mekanisme ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas seleksi, objektivitas, dan transparansi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian peserta yang mengikuti Seleksi Mandiri Lokal 2026 merupakan lulusan yang sebelumnya telah mengikuti jalur seleksi nasional namun belum berhasil mendapatkan kursi. Mereka kemudian kembali mencoba kesempatan melalui jalur mandiri dengan sistem seleksi yang telah diperbarui.

Pelaksanaan UTBK Seleksi Mandiri Lokal UPR 2026 digelar pada Jumat (24/7/2026). Ujian berlangsung selama satu hari dengan menggunakan enam ruang ujian yang berada di Gedung UTBK UPR.

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan, peserta dibagi dalam beberapa sesi hingga siang hari. Pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian ujian berjalan tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Setelah proses seleksi rampung, peserta yang dinyatakan lulus dijadwalkan mengikuti registrasi pada 29 Juli hingga 7 Agustus 2026.

“Kami menargetkan seluruh mahasiswa jalur mandiri lokal sudah registrasi sebelum PKKMB dimulai. Dengan begitu mereka bisa langsung mengikuti PKKMB bersama mahasiswa jalur lainnya dan seluruh proses penerimaan mahasiswa baru dapat selesai tepat waktu,” pungkas Surya.(ch4/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *