Warga Cemantan Butuh Akses Litrik PLN

DPRD Kalteng24 Dilihat

PALANGKA RAYA, MK

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Noor Fazariah Kamayanti, menyerap aspirasi warga Desa Cemantan, Kecamatan Bahaur, Pulang Pisau, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses listrik. Warga berharap bantuan alat penyedia daya listrik alternatif (APDAL) untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Aspirasi tersebut ia terima usai melakukan reses perorangan di delapan titik wilayah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, meliputi Kecamatan Kapuas Timur, Kapuas Kuala, Selat, dan Bahaur, Jumat (14/11).

Saat ini warga hanya mengandalkan lampu tenaga surya hemat energi (Sehen) dari Dinas ESDM. Namun fasilitas itu hanya menerangi rumah pada malam hari dan tidak cukup memenuhi kebutuhan listrik lain. “Warga membutuhkan daya yang lebih besar untuk kulkas, televisi, atau aktivitas harian lainnya. Mereka berharap dapat dibantu APDAL sekitar 900 watt,” ujarnya.

Keterbatasan listrik membuat sebagian warga terpaksa memakai aki dengan biaya mencapai Rp15 ribu per hari atau sekitar Rp450 ribu per bulan. Di Desa Cemantan terdapat sekitar 280 kepala keluarga, sebagian besar nelayan dengan pendapatan tidak menentu.

Akses menuju desa juga sangat terbatas. Kamayanti menyebut harus menempuh perjalanan empat jam menggunakan kapal atau dua jam dengan speedboat melintasi laut. “Dari tengah laut, bukit-bukit di Pelaihari masih terlihat. Bisa dibayangkan betapa jauhnya. Untuk kebutuhan pokok saja warga harus ke Bahaur,” katanya.

Selain masalah listrik, reses juga menyerap usulan bantuan peternakan, penguatan ekonomi produktif, dan dukungan bagi rumah ibadah. “Rata-rata warga mengusulkan bantuan sektor peternakan yang menjadi kewenangan Dinas TPHP. Untuk rumah ibadah juga kami dorong agar mendapat perhatian,” tambahnya.

Kamayanti memastikan seluruh aspirasi akan diteruskan ke instansi teknis, meski beberapa program baru bisa direalisasikan pada 2027 karena anggaran 2026 telah disusun. “Kami berharap pemerintah memprioritaskan wilayah terpencil seperti Cemantan. Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.(ch4/MK)