PALANGKA RAYA, MK – Peta kepemimpinan Universitas Palangka Raya (UPR) untuk empat tahun ke depan akhirnya ditentukan. Prof. Bhayu Rhama, ST, M.BA, Ph.D keluar sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030.
Dalam pemilihan tahap akhir yang berlangsung di Aula Rahan UPR, Kamis (1/10/2026), Prof. Bhayu Rhama mengantongi 37 suara dari total 63 suara yang tersedia.
Perolehan tersebut mengungguli dua kandidat lainnya. Dekan Fakultas Hukum UPR, Dr. Thea Farina, SH, M.Kn, memperoleh 14 suara, sementara guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR, Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd, M.Si, mengumpulkan 12 suara.
Dengan selisih suara yang cukup jauh, Prof. Bhayu Rhama menempati posisi teratas sekaligus ditetapkan sebagai Rektor UPR periode 2026–2030.
Total 63 suara dalam pemilihan tersebut berasal dari unsur anggota senat dan kementerian.
Terpilihnya Prof. Bhayu Rhama menandai babak baru kepemimpinan UPR untuk periode empat tahun mendatang. Sosok yang sebelumnya dipercaya sebagai Dekan FISIP UPR itu kini mendapat mandat untuk memimpin salah satu perguruan tinggi negeri di Kalimantan Tengah tersebut.
Hasil pemilihan ini sekaligus mengakhiri persaingan tiga kandidat dalam perebutan kursi Rektor UPR. Prof. Bhayu Rhama memastikan posisi teratas setelah memperoleh dukungan 37 suara dalam pemungutan suara tahap akhir.(ch4/MK)









