PALANGKA RAYA, MK — Empat mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil mengembangkan inovasi bedak dingin generasi baru berbasis bahan alam khas Kalimantan Tengah untuk mengatasi masalah kulit berminyak. Riset ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Inovasi tersebut memadukan arang aktif kayu tumih (Combretocarpus rotundatus) dari lahan gambut Kalteng dengan ekstrak daun putat (Planchonia valida).
Ketua Tim Riset, Anisa Nugraha Heni, menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi minyak atau sebum pada kulit masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis, yang kerap memicu jerawat dan komedo.
“Iklim tropis Indonesia membuat produksi sebum pada wajah cenderung tinggi. Dari persoalan tersebut, kami berupaya mengadaptasi bedak dingin tradisional berbahan dasar beras menjadi produk fungsional yang memiliki dasar ilmiah dan teruji efektivitasnya,” ujar Anisa, Rabu (11/9).
Ia menambahkan, keunggulan riset ini terletak pada kombinasi dua bahan aktif. Arang aktif kayu tumih berfungsi sebagai adsorben dengan struktur mikropori yang menyerap minyak dan kotoran. Sementara itu, ekstrak daun putat kaya akan flavonoid, tanin, serta antioksidan yang memberikan aktivitas antibakteri untuk merawat kulit.
Berbeda dari pengembangan bedak dingin terdahulu, tim UPR tidak hanya merancang formulasi, tetapi juga mengukur efektivitas penurunan kadar sebum secara kuantitatif menggunakan alat skin analyzer.
Riset lintas disiplin ini digawangi oleh Anisa Nugraha Heni dan Ade Theresia Hutauruk dari Program Studi Fisika, Muhammad Ramadhani dari Farmasi, serta Rumita dari Kimia, di bawah bimbingan dosen pendamping Made Dirgantara, S.Si., M.Si.
Selain berfokus di laboratorium, tim riset aktif mempublikasikan perkembangan penelitian mereka melalui berbagai forum ilmiah nasional dan regional, seperti SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA.
Melalui penelitian ini, para mahasiswa UPR berharap dapat mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal Kalimantan Tengah menjadi produk kosmetik bernilai guna tinggi yang teruji secara ilmiah.(ch4/MK)









