Dua Akademisi UPR Dipanggil ke Istana

Bahas Masa Depan Gambut Indonesia Bersama Presiden Prabowo

Pendidikan31 Dilihat

PALANGKA RAYA, MK – Nama Universitas Palangka Raya (UPR) kembali mencuat di level nasional. Dua akademisinya, Dr. Darmae Nasir, M.A. dan Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU, mendapat undangan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membahas tata kelola lahan gambut Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 24 September 2026.

Kehadiran dua akademisi asal Kalimantan Tengah itu bukan sekadar menghadiri forum pemerintahan. Mereka membawa perspektif ilmiah dari daerah yang selama ini menjadi salah satu kawasan penting dalam pengelolaan ekosistem gambut tropis Indonesia.

Sejumlah isu krusial menjadi perhatian dalam rapat tersebut, mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), percepatan restorasi gambut, pengembangan teknologi deteksi dini, hingga pemanfaatan lahan gambut yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Darmae Nasir, yang menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UPR, menyebut undangan tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas akademisi UPR dalam memberikan kontribusi bagi kebijakan nasional.

“Undangan dari Bapak Presiden merupakan kehormatan besar sekaligus wujud pengakuan atas dedikasi Universitas Palangka Raya dalam kajian lahan basah dan gambut,” ujar Darmae.

Ia menegaskan, UPR akan terus memperkuat dukungan terhadap penelitian yang memiliki dampak strategis.

“Secara institusional, kami senantiasa merencanakan dan mengalokasikan dukungan penuh terhadap riset-riset strategis yang tidak hanya berdampak bagi Kalimantan Tengah, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi arah kebijakan pembangunan nasional,” katanya.

Gambut, Karhutla hingga Ketahanan Pangan

Pengelolaan gambut kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Pemerintah juga menempatkannya dalam konteks yang lebih luas, termasuk ketahanan pangan dan target penurunan emisi karbon.

Karena itu, tata kelola gambut membutuhkan pendekatan yang mampu mempertemukan kepentingan lingkungan, ekonomi, teknologi, dan masyarakat.

Dua akademisi UPR, Dr. Darmae Nasir, M.A. dan Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU
Dua akademisi UPR, Dr. Darmae Nasir, M.A. dan Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU

Di sinilah peran akademisi dinilai penting. Masukan berbasis riset diharapkan dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus mampu menjawab tantangan di lapangan.

Hendrik Segah, yang juga Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR, menekankan bahwa kompleksitas ekosistem gambut membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

“Pengelolaan lahan gambut yang kompleks tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan intervensi teknologi dan inovasi berkelanjutan agar fungsi hidrologis dan ekologis gambut tetap terjaga, namun di sisi lain dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Hendrik.

Dalam forum tersebut, Hendrik turut memaparkan peta jalan riset dan inovasi gambut yang dikembangkan PPIIG UPR agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

UPR Dorong Inovasi dari Kalimantan Tengah

Selama ini, PPIIG UPR aktif mengembangkan berbagai riset terkait pengelolaan gambut. Fokusnya antara lain teknologi pemantauan dan deteksi dini, pembasahan kembali atau rewetting kawasan gambut, revegetasi lahan, hingga penguatan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Riset tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan gambut yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Keterlibatan Darmae Nasir dan Hendrik Segah dalam forum di Istana Merdeka sekaligus menunjukkan bagaimana perguruan tinggi daerah dapat mengambil bagian dalam pembahasan isu yang berdampak langsung terhadap kebijakan nasional.

Bagi UPR, momentum tersebut menjadi peluang untuk membawa pengalaman dan hasil riset dari Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.

Kolaborasi pemerintah, kementerian terkait, lembaga riset, dan perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan strategi pengelolaan gambut yang lebih komprehensif dan adaptif.

Terutama dalam menghadapi ancaman karhutla, menjaga fungsi ekologis gambut, mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan keterlibatan langsung akademisinya dalam forum strategis nasional, UPR kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi terkait lahan gambut tropis Indonesia.(ch4/MK)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *