PALANGKA RAYA, MK
Untuk menekan angka kenakalan remaja dan mencegah siswa membolos, pihak sekolah diminta lebih sigap dalam mengisi dan memantau jam pelajaran kosong. Langkah ini dianggap penting agar pelajar tetap fokus pada kegiatan belajar selama berada di lingkungan sekolah.
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menegaskan bahwa waktu kosong dan jam istirahat sering kali menjadi celah bagi siswa untuk meninggalkan kelas, bahkan bisa memicu berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Sekolah harus benar-benar mengawasi. Tanggung jawab terhadap siswa selama di lingkungan sekolah adalah hal yang mutlak,” ujarnya, Minggu (19/10).
Ia menambahkan, guru dan tenaga pendidik diharapkan dapat mengatur jadwal pelajaran dengan baik agar tidak ada jam kosong yang dibiarkan tanpa kegiatan. Menurutnya, meskipun guru utama berhalangan hadir, sekolah tetap bisa mengisi waktu belajar dengan penugasan, kegiatan literasi, atau pemantauan langsung oleh guru lain.
“Jangan sampai siswa dibiarkan tanpa aktivitas ketika jam pelajaran kosong. Bila perlu, dilakukan rotasi antar guru untuk memantau dan memberi tugas kepada siswa,” tegasnya.
Sugiyarto menilai, pengelolaan waktu belajar yang efektif merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah perilaku negatif di kalangan remaja. Ia mengingatkan bahwa pelajar yang tidak terpantau berpotensi keluar dari lingkungan sekolah dan terlibat dalam tindakan yang melanggar aturan.
“Pihak sekolah perlu memastikan anak-anak selalu memiliki kegiatan yang bermanfaat. Sekalipun hanya berupa tugas sederhana, hal itu tetap menjaga mereka tetap berada dalam ritme belajar,” jelasnya.
Selain tanggung jawab sekolah, Sugiyarto juga menekankan peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak-anak di luar jam sekolah. Ia mengimbau agar masyarakat ikut peduli bila melihat pelajar berkeliaran saat waktu belajar masih berlangsung.(ch4/MK)
