PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Bank Kalteng dengan menyalurkan 2.000 masker dan vitamin kepada warga di Kota Palangka Raya.
Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Sekretaris Perusahaan Bank Kalteng, Sriyanto, mengatakan bantuan itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko paparan asap selama beraktivitas di luar rumah.
Menurutnya, meski jumlah bantuan yang disalurkan masih terbatas, pihaknya berharap langkah sederhana tersebut dapat membantu meringankan kondisi warga yang terdampak.
“Bantuan ini tentu sangat sederhana, belum banyak yang bisa kami salurkan. Namun, kami berharap dapat sedikit membantu masyarakat saat harus beraktivitas di tengah kabut asap,” ujarnya, Senin (31/08/2026).
Sriyanto menjelaskan, masker diberikan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan partikel asap, sementara vitamin diharapkan dapat menunjang daya tahan tubuh selama kondisi udara belum kembali normal.
Ia mengungkapkan, dampak kabut asap juga perlu menjadi perhatian serius seiring meningkatnya kasus gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, tercatat sebanyak 2.584 kasus ISPA hingga 27 Agustus 2026. Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan Juni 2026 yang mencatat 1.849 kasus dan Juli sebanyak 2.293 kasus.
Kondisi kualitas udara di Palangka Raya juga menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai.
Melihat kondisi tersebut, Bank Kalteng mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan dan membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
“Kami mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker dengan benar, mencukupi kebutuhan air minum serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan,” kata Sriyanto.
Bank Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam berbagai upaya sosial guna membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Keterlibatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah, petugas penanganan karhutla, tenaga kesehatan serta seluruh pihak yang bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan beserta dampaknya di Kalimantan Tengah.(ch4/MK)
