PALANGKA RAYA, MK
Rencana investasi pembangunan smelter bauksit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hingga kini, belum ada laporan keberatan dari warga terkait proyek strategis tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, yang menyebut masyarakat tampak menerima rencana investasi tersebut.
“Kalau selama ini masyarakat belum ada yang laporan, berarti memang belum ada penolakan. Masyarakat kelihatan menerima semua karena tidak ada keluhan yang masuk,” ujarnya, /jumat (10/10).
Menurut Sutik, pembangunan smelter bauksit di Kotim merupakan langkah strategis yang patut didukung semua pihak. Ia menilai, kehadiran investor di sektor pengolahan mineral bukan hal mudah karena membutuhkan biaya dan komitmen besar.
“Kita wajib mendukung pembangunan smelter ini. Karena mencari investor yang mau membangun smelter itu tidak mudah, biayanya mahal,” tegas politikus Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kotim dan Seruyan itu.
Lebih lanjut, Sutik menilai keberadaan smelter akan memberikan nilai tambah bagi komoditas bauksit lokal sekaligus memperkuat program hilirisasi industri pertambangan yang tengah digencarkan pemerintah.
“Dengan adanya smelter, harga bauksit bisa lebih bagus dan nilai ekonominya meningkat,” ucapnya.
Ia menambahkan, kualitas bauksit di wilayah Kotim cukup menjanjikan dan layak diolah di daerah tanpa harus dikirim ke luar provinsi. Langkah ini dinilai akan memaksimalkan potensi sumber daya alam serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Bauksit di Kotawaringin Timur tergolong bagus. Jadi daripada dijual ke luar daerah, lebih baik diolah di sini,” katanya.
Sutik optimistis, keberadaan smelter bauksit di Kotim akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan hingga terbukanya lapangan kerja baru bagi warga lokal.(ch4/MK)
