Akses Jalan Rusak Hambat Ekonomi Warga

DPRD Kalteng8 Dilihat

PALANGKA RAYA-Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan, Pipit Setyorini, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pipit mengungkapkan, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah Dapil II. Banyak akses jalan menuju desa yang kondisinya rusak parah, bahkan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Selain jalan masuk desa, jalur penghubung antar desa, antar kabupaten, hingga antar provinsi juga dinilai membutuhkan penanganan segera.

“Kondisi jalan masuk ke desa-desa saat ini sudah sangat memprihatinkan. Masyarakat berharap anggota DPRD Provinsi Kalteng, khususnya dari Dapil II, dapat mengusulkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur tersebut,” ungkap Pipit, Selasa (6/1).

Ia menambahkan, rusaknya infrastruktur jalan berdampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga di wilayah Dapil II menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, sehingga akses jalan yang memadai sangat menentukan kelancaran distribusi hasil produksi.

“Jalan yang rusak membuat biaya angkut menjadi lebih tinggi dan waktu tempuh lebih lama. Kondisi ini tentu berpengaruh pada pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Selain persoalan jalan, masyarakat RW 01 dan RW 03 Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, juga meminta agar pembangunan jalan pedesaan dan sekitarnya dijadikan prioritas. Aktivitas berkebun masyarakat yang cukup tinggi di sepanjang jalur tersebut membutuhkan akses jalan yang layak guna menunjang mobilitas dan distribusi hasil bumi.

“Masyarakat meminta agar jalan-jalan pedesaan dioptimalkan sehingga mobilitas dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan maksimal,” tambah Pipit.

Aspirasi lain yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan bantuan sosial untuk rumah ibadah. Pipit menyebutkan, warga desa dan kelurahan berharap agar bantuan perbaikan serta peningkatan sarana dan prasarana rumah ibadah lebih difokuskan ke wilayah pedesaan, mengingat keterbatasan donatur dibandingkan daerah perkotaan.

Di sektor ekonomi, masyarakat juga mengusulkan adanya bantuan bibit ternak seperti sapi, kambing, itik, dan ayam. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan peternakan rakyat sekaligus meningkatkan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga di desa.(ch4/MK)